Selasa, 21 Juni 2016

Laporan DNS Server



LAPORAN PRAKTIKUM 3


JUDUL : DNS Server

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Memahami konsep DNS.
2.      Mampu melakukan installasi, konfigurasi, dan uji coba DNS Server.
3.      Mampu menerapkan konsep Master-Slave DNS Server.

B.     DASAR TEORI
DNS server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. Jadi, misalnya kita ingin mengakses facebook.com, maka server DNS akan mencari alamat dari facebook agar komputer kita dapat terhubung dengan facebook.
Biasanya untuk menggunakan Server DNS, kita harus memasukan alamatnya dari server tersebut dalam pengaturan IP address di komputer kita. Biasanya privider-provider penyedian jasa internet sudah menyediakan alamat dari DNS server yang bisa kamu gunakan.
Jika kamu menggunakan router, kamu bisa membuat DNS server sendiri, kemudian alamat dari router tersebut bisa kamu gunakan sebagai DNS di komputermu. Namun, yang tetap berperan dalam pencarian alamat IP tetaplah DNS server yang dimiliki oleh provider.
Ketika alamat IP dari sebuah website sudah bisa diketahui, komputer kita akan melakukan cache DNS. Ketika komputer kita sudah mengetahui alamat dari sebuah website, komputer kita akan mengingatnya. Sehingga jika ingin mengaksesnya kembali, tidak perlu lagi melakukan pencarian alamat IP website tersebut.
DNS merupakan sistem yang bisa menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Contohnya seperti gambar di atas, saya bisa mengetahui alamat IP dari facebook.com menggunakan tools nslookuo, dimana tools ini sendiri merupakan tools diagnotics untuk DNS.


Tanpa DNS, komputer tidak akan tau berapa alamat yang digunakan oleh facebook dan website lainnya juga. Dan jika alamat IP tidak diketahui, maka tidak akan terjadi koneksi antara mereka.
Pada jaringan internetworking, setiap komputer di dunia ini saling berhubungan dengan menggunakan IP address saja. Seperti halnya saat kita mengakses facebook.com, sebenarnya komputer kita tidak benar-benar menganggapnya sebagai facebook.com, melainkan sebagai 173.252.120.6 (alamat asli dari facebook).Kalau kamu tulis alamat dari facebook tersebut di address bar browsermu, maka akan tampil halaman facebook.
DNS ini sangat penting sekali keberadaannya. Kalau tidak ada DNS, kita mesti menghafal alamat IP dari facebook untuk bisa mengaksesnya. Tidak masalah kalau cuma menghafal alamat dari facebook saja, tapi kalau harus menghafal semua alamat yang dimiliki website lain, barulah menjadi masalah besar.
Oleh karena itulah DNS ini hadir membantu meringankan kesulitan tersebut. Kita tidak perlu lagi menghafal angka-angka yang notabene sangat sulit dihafal. Kita hanya perlu menghafal nama domainnya saja, yang faktanya lebih mudah dihafal dibanding IP address.

C.    PERCOBAAN
a.      Percobaan 1
1.      Melakukan login root ke linux
2.      Melakukan instalasi paket
 #apt-get install bind9

3. Melakukan konfigurasi pada file /etc/bind, pada file named.conf, named.conf.local, dan named.conf.options. Mengubah isi file untuk konfigurasi sesuai dengan panduan.

Konfigurasi file named.conf
Konfigurasi file named.conf.local
Konfigurasi file named.conf.options

4.      Selanjutnya menyiapkan 2 file yang ada pada namd.conf.local yaitu /cache/bind/db.takehome dan /var/cache/bind/db.reserve. Lalu memindahkan ke direktori /var/cache/bind/ dan buat 2 file tersebut. Sesuaikan konfigurasi no IP dan domain yang di buat.

Konfigurasi file db.takehome yang saya ubah menjadi db.akbar
Konfigurasi file db.reserve
2 file diatas ini adalah untuk mengatur set IP address pada Laptop saya, dan akan disesuaikan dengan domain yang saya buat.
5.      Melakukan testing pada hasil percobaan 1
Hasil Percobaan melalui nslookup untuk mengetahui IP Address dan Domain.

b.      Percobaan 2
1.      Pertama yang harus dilakukan adalah menambahkan configurasi virtual domain pada file /etc/bind/named.conf.local sehingga seperti berikut
2.      Kemudian buat file virtualdomain.conf pada direktori /var/cache/bind dan isikan nama domain yang akan dibuat, yaitu domain admin.info dan jarkom.info seperti berikut
3.      Buat dua file tersebut copi dari file domain yang sudah dibuat sebelumnya dan diikuti dengan merestart dns server
4.      Setelah selesai, melakukan testing dengan ping e domain baru tersebut dan hasilnya domain berhasil dibuat pada dns server dan dapat tersambungkan pada domain tersebut

D.    KESIMPULAN
Konfigurasi file forward yang digunakan untuk menerjemahkan dari dns ke ip address itu sangat wajib dibuat. Walaupun konfigurasi file reverse yang digunakan untuk konversi ip address ke dns itu bersifat optional tetapi alangkah baiknya kita mengkonfigurasi file tersebut. DNS slave berfungsi untuk menjadi cadangan ketika DNS master rusak. 
Manfaat dns master ini memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya sedangkan dns slave adalah sebagai backup dari primary server, apabila primary server crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya.

Senin, 20 Juni 2016

Tugas TCP Flow & Pipeline



TUGAS TCP FLOW & PIPELINE

    A.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Siswa memahami konsep TCP Flow di jaringan.

    B.     HASIL DAN ANALISA
1.        TCP Flow


Pada praktikum ini. Kita mencoba melakukan koneksi dengan alamat server yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian, menganalisa pada wireshark mengenai proses apa saja yang telah dilakukan ketika melakukan koneksi dengan alamat server. Dapat dilihat pada hasil percobaan, diagram TCP flow. Terdapat koneksi establishment dari client yang kemudian dikonfirmasi oleh server, kemudian pengiriman paket, yang terakhir yaitu koneksi termination dari server kemudian dikonfirmasi oleh client. Pada TCP stream, merupakan isi paket yang telah dikirim berupa teks.



2.        PIPELINE
                 Teknik pipeline yang diterapkan pada microprocessor, dapat dikatakan sebuah arsitektur khusus. Ada perbedaan khusus antara model microprocessor yang tidak menggunakan arsitektur  pipeline  dengan microprocessor yang menerapkan teknik ini.

               Pada microprocessor yang tidak menggunakan  pipeline , satu instruksi dilakukan sampai selesai, baru instruksi berikutnya dapat dilaksanakan. Sedangkan dalam microprocessor yang menggunakan teknik  pipeline   ketika satu instruksi sedangkan diproses, maka instruksi yang berikutnya juga dapat diproses dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, instruksi yang diproses secara bersamaan ini, ada dalam tahap proses yang berbeda.

               Jadi, ada sejumlah tahapan yang akan dilewati oleh sebuah instruksi. Misalnya sebuah microprocessor menyelesaikan sebuah instruksi dalam 4 langkah. Ketika instruksi pertama masuk ke langkah 2, maka instruksi berikutnya diambil untuk diproses pada langkah 1 instruksi tersebut. Begitu pun seterusnya, ketika instruksi pertama masuk ke langkah 3, instruksi kedua masuk ke langkah 2 dan instruksi ketiga masuk ke langkah 1.

               Teknik  pipeline  ini menyebabkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sehingga ketika diterapkan dapat berjalan dengan baik.

Tahapan pipeline
·         Mengambil instruksi dan membuffferkannya
·         Ketika tahapan kedua bebas tahapan pertama mengirimkan instruksi yang dibufferkan tersebut
·         Pada saat tahapan kedua sedang mengeksekusi instruksi ,tahapan pertama memanfaatkan siklus memori yang tidak dipakai untuk mengambil dan membuffferkan instruksi berikutnya
  
          HTTP bersifat request – respon :
          HTTP client (user agent misalnya) mengirimkan permintaan (request) ke HTTPserver 
dan  server meresponse sesuai request tersebut User agent: Mozilla, Netscape, Microsoft 
Internet Explorer atau browser berbasis teks, Lynx atau links

                       Perbedaan mendasar antara HTTP/1.1 dengan HTTP/1.0 adalah penggunaan hubungan 
            persistent.

HTTP/1.0 membuka satu koneksi untuk tiap permintaan URI
·         header = Connection: close
HTTP/1.1 dapat menggunakan sebuah koneksi TCP untuk beberapa permintaan URI (persistent)
·         header = Connection: Keep-Alive
·         kecuali jika client menyatakan tidak hendak menggunakan hubungan persistent (header = Connection: close)